• +62 813 6065 3135
  • Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
  • Seri Informasi Aceh XXXXl Nomor 3, 2018.

    GoedHart seorang Belanda yang menjabat sebagai Gubernur Aceh dan daerah takluknya (1926-1927). Pada tahun-tahun tersebut banyak menuliskan laporan-laporan tentang pemberontakan rakyat Aceh untuk dilaporkan ke Bagian Kabinet Sekretariat Umum yang terletak di Bogor pada saat itu.

  • Pada seri ini terdapat pula fakta-fakta sejarah tentang Kebudayaan Melayu serta pengaruhnya terhadap kerajaan kerajaan yang berkuasa saat itu. dan Bahasa Melayu dapat mengungkapkan sisi sisi peradaban-peradaban besar di Asia Tenggara.

  • Seri Informasi Aceh XXXXl Nomor 2, 2018

    Inilah yang menyebabkan Aceh menjadi posisi yang strategis, Berkat ramainya perdagangan terutama lada membawa kemakmuran bagi rakyat, sehingga menimbulkan keinginan pada bangsa lain untuk melakukan petualangan.
    Sinkat cerita, Kejayaan ini pun berangsur-angsur mundur akibat para Ulee balang yang memperebut kekuasaan. Hingga tiba pecahnya perang dengan Belanda tahun 1873.

  • Seri Informasi Aceh XXXXl Nomor 2, 2018

    Inilah yang menyebabkan Aceh menjadi posisi yang strategis, Berkat ramainya perdagangan terutama lada membawa kemakmuran bagi rakyat, sehingga menimbulkan keinginan pada bangsa lain untuk melakukan petualangan.
    Sinkat cerita, Kejayaan ini pun berangsur-angsur mundur akibat para Ulee balang yang memperebut kekuasaan. Hingga tiba pecahnya perang dengan Belanda tahun 1873.

  • Seri Informasi Aceh XXXXlI Nomor 1, 2019

    Sejak bertugas sebagai seorang pejabat pemerintah di dalam wilayah-wilayah Lhoknga, Pulo Raya, dan Lhokseumawe (1902-1905) Henri Nicolas Alfred Swart telah mempunyai suatu keyakinan yang tulus bahwa terhadap bangsa Aceh kita tidak boleh lebih lama lagi dan semata-mata hanya bertindak menghukum saja. Sebaliknya, kita harus pula berdaya upaya untuk memperoleh yang lebih banyak daripada menumpas setiap pemberontakan dan oleh karenanya cepat-cepat harus diusahakan untuk berangsur-angsur memajukan perkembangan ekonomi daerah dan bangsa itu. Ia berharap dengan segera di angkat dalam Jabatan Kepala Pemerintahan daerah, ia dapat mengambil langkah yang cepat pula

  • Seri Informasi Aceh XXXXlI Nomor 1, 2019

    Sejak bertugas sebagai seorang pejabat pemerintah di dalam wilayah-wilayah Lhoknga, Pulo Raya, dan Lhokseumawe (1902-1905) Henri Nicolas Alfred Swart telah mempunyai suatu keyakinan yang tulus bahwa terhadap bangsa Aceh kita tidak boleh lebih lama lagi dan semata-mata hanya bertindak menghukum saja. Sebaliknya, kita harus pula berdaya upaya untuk memperoleh yang lebih banyak daripada menumpas setiap pemberontakan dan oleh karenanya cepat-cepat harus diusahakan untuk berangsur-angsur memajukan perkembangan ekonomi daerah dan bangsa itu. Ia berharap dengan segera di angkat dalam Jabatan Kepala Pemerintahan daerah, ia dapat mengambil langkah yang cepat pula

  • Seri Informasi Aceh XXXXlI Nomor 3, 2019

    Seri Informasi Aceh edisi ini secara khusus menguraikan tentang perkembangan gerakan komunis, gerakan nasionalis, gerakan keagamaan, gerakan bumiputera, gerakan etnis Cina, gerakan pemberontakan, dan hal-hal lain yang berkait dengan situasi politik di Aceh pada semester pertama tahun 1933. Penerbitan seri informasi ini menjai penting karena dapat melengkapi informasi tentang perkembangan masyarakat dan berbagai pergerakan di Aceh pada masa penjajahan Belanda. 

  • Seri Informasi Aceh XXXXlI Nomor 2, 2019

    Melalui edisi ini, anda akan mengetahui bagaimana sikap, pandangan, dan keinginan Tuanku Hasyim Bangta Muda, Teungku Chik Di Tiro, dan Teuku Umar, baik terhadap sesama hulubalang, maupun terhadap pemerintah Belanda. Dengan demikian para pembaca akan memahami latar belakang tindakan yang diambil oleh Tuanku Hasyim Bangta Muda, Teungku Chik Di Tiro, dan Teuku Umar dalam menghadapi situasi tertentu di Aceh pada masa itu.  Kami yakin dan percaya bahwa  penerbitan ulang Seri Informasi Aceh ini akan memberikan informasi yang cukup memadai tentang seruan perang fi sabilillah yang dikobarkan oleh Tuanku Hasyim Bangta Muda dan Teungku Chik Di Tiro ataupun pembelotan Teuku Umar kepada pihak Belanda pada paruh awal perang Belanda di Aceh

© 1977 - 2019 Pusat Dokumentasi & Informasi Aceh.