• +62 813 6065 3135
  • Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Kerkhof, Saksi Perang Aceh Melawan Belanda

Keerkhof atau makam dalam bahasa Belanda di Banda Aceh, Aceh menjadi saksi kedahsyatan perang Aceh melawan Belanda. Di tempat bersejarah ini dimakamkan lebih dari 2000 serdadu Belanda. Berlokasi di pusat kota Banda Aceh, makam ini juga memiliki nilai wisata yang fantastis.

Sebagaimana diketahui bahwa Kerajaan Aceh dan rakyatnya sangat gigih melawan Belanda yang memerangi Aceh. Rakyat Aceh mempertahankan Negerinya dengan harta dan nyawa. Perlawanan yang cukup lama mengakibatkan banyak korban di kedua belah pihak. Bukti sejarah ini dapat ditemukan di pekuburan Belanda Kerkhoff ini. Disini dikuburkan kurang lebih 2000 orang serdadu Belanda, dan termasuk di antaranya serdadu Jawa, Batak, Ambon, Madura dan beberapa serdadu suku lainnya yang tergabung dalam Angkatan Bersenjata Hindia Belanda. yang kuburannya masih dirawat dengan baik. Hingga saat ini Pemerintah Kerajaan Belanda sangat haru dan menghormati warga Banda Aceh yang merawat dengan rapi kuburan tersebut. Mereka tidak habis pikir bahwa bangsa yang dijajah mau merawat makam para penjajahnya. Kuburan Kerkhoff Banda Aceh adalah kuburan militer Belanda yang terletak di luar negeri Belanda yang terluas di dunia. Dalam sejarah Belanda, Perang Aceh merupakan perang paling pahit yang melebihi pahitnya pengalaman mereka pada saat Perang Napoleon. Sebaliknya tidak terhitung banyaknya rakyat Aceh yang tewas dalam mempertahankan setiap jengkal tanah airnya yang tidak diketahui di mana kuburnya. Rusdi Sufi Yayasan Dana Peutjut yang dirikan sejak 29 Januari 1976 atas inisiatif JHJ Brendgen, seorang kolonel Marsose aktif menyalurkan dana saban tahun untuk perawatan makam Kerkoff. Awalnya mereka menyalurnya melalui Pemerintah Kota Banda Aceh namun sekarang dibawa langsung oleh warga Belanda utusan yayasan tersebut."Dana yang disalurkan merupakan milik yayasan bukan dari Pemerintah Belanda. Tapi sekarang sudah mulai berkurang karena banyak donatur yang sudah meninggal," (16/2/2015).  Cut Nyak Dhien Saat terbaik untuk membuktikan bahwa kita adalah pemenang yaitu saat ketika kita tampak kalah Cut Nyak Dhien Dalam menghadapi musuh, tak ada yang lebih mengena daripada senjata kasih sayang Cut Nyak Dhien Kewajiban berusaha adalah miliki kita, hasil adalah milik AllahRechten & WettenDeze inhoud behoort toe aan het Aceh Documentation and Information Center met de titel Drs. Mawardi, M. Hum, M A. Benoemd als directeur van het documentatie- en informatiecentrum van Atjeh, behalve dat een deel van de inhoud die in de referenties wordt vermeld, het eigendom is van hun respectieve eigenaars. Licentie onder Creative Commons CC BY-SA 4.0 Beschikbaar in taal Konten ini juga tersedia versi Bahasa Drs. Mawardi, M.Hum, MA. ditunjuk sebagai Direktur PDIA Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (FKIP-Unsyiah), Drs. Mawardi, M.Hum ditunjuk sebagai direktur baru Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh (PDIA) menggantikan pejabat lama, Dra. Zunaimar. Penunjukan tersebut berdasarkan surat keputusan Gubernur Aceh dengan nomor 821.2/714/2016 bersama Rektor Unsyiah dengan nomor 1837 tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Direktur PDIA. Serah terima jabatan tersebut berlangsung di kantor PDIA pada Kamis, 15 September 2016 This content is also available in the English version Mawardi Appointed as Director of PDIA Head of the History Education Study Program (Kaprodi) of the Teaching and Education Faculty of Syiah Kuala University (FKIP-Unsyiah), Drs. Mawardi, M.Hum was appointed as the new director of the Aceh Documentation and Information Center (PDIA) replacing the old official, Dra. Zunaimar. The appointment was based on the Aceh Governor's decree number 821.2 / 714/2016 with the Chancellor Unsyiah number 1837 of 2016 concerning the Appointment and Dismissal of the Director of PDIA. The position handover took place at the PDIA office on Thursday, 15 September 2016. Referensi Photo by Agus Setyadi  "Nisan P. Van Pur Europ. Fus di Kerkhof Peucut" Public Relations of Syiah Kuala University Wikipedia "Kerkhof Peucut". Wikimedia Commons Agus Setyadi "Menengok Kerkoff Peucut, Kuburan Serdadu Belanda Bukti Dahsyatnya Perang Aceh". Detiknews, detik.com

Laporkan & Beri saran

Anda juga dapat melaporkan atau memberi saran tentang konten ini melalui fitur yang kami sediakan berikut. Masukan atau respon dari anda sangat dibutuhkan guna meningkatkan layanan prima kami. Terima Kasih
© 1977a - 2020 Pusat Dokumentasi & Informasi Aceh
Available Language