• +62 813 6065 3135
  • Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tugu Gunongan

Gunongan dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Thani (1635-1641) yang dinamakan Taman Ghairah
Keterangan yang menyebutkan bahwa bangunan didirikan di masa pemerintahan Iskandar Muda tak lain haruslah dianggap segala suatu kecenderungan untuk menempatkan segala sesuatu yang jaya dan agung yang pernah dicapai Aceh di masa lampau atas nama seorang tokoh yang tradisional itu

Seri Informasi Aceh Tahun XXXXII Nomor 6, 2019

Nuruddin ar-Raniri menulis Bustanu's-salatin itu pada masa pemerintah Sultan Iskandar Thani setelah ia mendapat perintah dari raja itu untuk menulisnya dalam bulan Maret  1638. Karenanya, semua hal yang diceritakannya selama pemerintah Iskandar Thani, yang diuraikannya secara terperinci sekali, ditinjau dari sudul ilmu sejarah, mempunyai nilai yang tinggi sekali. Oleh karenanya bangunan gunongan itu didirikan di asa pemerintahan Iskandar Thani sebagai bagian dari tamam yang besar, sedang keterangan yang menyebutkan bahwa bangunan dididirikan di masa pemerintahan Iskandar Muda tak lain haruslah dianggap sebagai suatu kecenderungan untuk menempatkan segala sesuatu yang jaya dan agung yang pernah dicapai Aceh di masa lampau atas nama seorang tkoh yang tradisional itu.

Kekayaan itu bersumber terutama sekali dari hasil tanaman lada yang dimonopoli oleh Sultan dan merupakan alat tukar terpenting untuk memperoleh mata barang perdagangan beharga lainnya.

Inilah yang menyebabkan Aceh menjadi posisi yang strategis, Berkat ramainya perdagangan terutama lada membawa kemakmuran bagi rakyat, sehingga menimbulkan keinginan pada bangsa lain untuk melakukan petualangan.

Singkat cerita, Kejayaan ini pun berangsur-angsur mundur akibat para Ulee balang yang memperebut kekuasaan. Hingga tiba pecahnya perang dengan Belanda tahun 1873.


Setelah peperangan Belanda di Aceh berakhir. Masa depan baru terbuka bagi bangsa Aceh yang rajin itu untuk memulai kembali sektor pertanian. 

Aboe Bakar sangat meyakini bahwa sektor pertanian memainkan peranan yang sangat penting dalam meningkatkan penghasilan dan kekayaan masyarakat Aceh di masa lalu, sehingga ia mengumpulkan banyak literatur-literatur untuk mempertajam seri ini.

Daftar Isi & Kandungan

Buku dengan judul De Rijkdom van Atjeh(=Kekayaan Aceh), diterbitkan oleh Institut Aceh di Amsterdam tahun 1923 dengan penulis yang tidak mau disebutkan namanya, mencoba membuktikan sejauh mana arti pribahasa Aceh "meugoe, pangulee hareukat, kaya meuih h'ana meusampe kaya pade meusampureuna.

Kekayaan Aceh

Nama Aceh berarti suatu keanehan bagi orang-orang di Negeri Belanda. Mendengarnya saja sudah mengingatkan setiap orang akan tahun-tahunn peperangan panjangyang menakutkan ditambah pula dengan sikap politik pemerintah Belanda terhadap daerah dan rakyat Aceh selama itu. Dari seberang sana terdapat ...

Beras Sebagai Komoditas Utama

Sudah beberapa kali masalah itu menjadi perhatian Daerah perkebunan Sumatera Timur yang berbatas dengan Aceh dan setiap tahun memerlukan 140 sampai 150.000 ton beras untuk keperluan pekerbunan dan perlu memasukkannya dari luar . Lagi-lagi sdah menyampaikan pertanyaan ...

Cuplikan Teks Hikayat Pocut Muhammad Yang Memuji Para Petani

"Neubungka" hinan u Kuala Batee, neupeuteuntee peuget banda.

Yohnyan neumarit Pocut Muhamad, jileungo samat rakyat dum na:

"Pakon tuan h'an tatem meugoe, taboih asoe blang kuala

Blang takeubah dumhabehroh, gata Leupaih Meudiwana

Laporkan & Beri saran

Anda juga dapat melaporkan atau memberi saran tentang konten ini melalui fitur yang kami sediakan berikut. Masukan atau respon dari anda sangat dibutuhkan guna meningkatkan layanan prima kami. Terima Kasih

Bagikan Konten Ini Tugu Gunongan

Breaking News