Surat - Surat Penting Tuanku Hasyim Bangta Muda Teungku Chik Di Tiro dan Teuku Umar Pada Masa Perang Kolonial Belanda Di Aceh

Surat - Surat Penting Tuanku Hasyim Bangta Muda Teungku Chik Di Tiro dan Teuku Umar Pada Masa Perang Kolonial Belanda Di Aceh

Kapal uap Belanda di pelabuhan Sabang, Pulau Weh, 1905.
Foto: Charles J. Kleingrothe, KITLV
Surat Tuanku Hasyim Bangta Muda
Maka jikalau ada yakin saudara kami akan Allah dan rasuldan akan agama Islam mendirikan syariat Muhammad dan bersaudara dengan kami melawan dengan sekuat-kuat melawan mudah-mudahan terpelihara syariat Muhammad agamaIslam dan namaagama bangsa Aceh Adanya. Tersurat kepada 30 bulan Safar kepada Sabtu Jam pukul 12 kepada sanat 1291 (18 April 1874)

Seri Informasi Aceh XXXXll Number 2, 2019.

Melalui edisi ini, anda akan mengetahui bagaimana sikap, pandangan, dan keinginan Tuanku Hasyim Bangta Muda, Teungku Chik Di Tiro, dan Teuku Umar, baik terhadap sesama hulubalang, maupun terhadap pemerintah Belanda. Dengan demikian para pembaca akan memahami latar belakang tindakan yang diambil oleh Tuanku Hasyim Bangta Muda, Teungku Chik Di Tiro, dan Teuku Umar dalam menghadapi situasi tertentu di Aceh pada masa itu.  Kami yakin dan percaya bahwa  penerbitan ulang Seri Informasi Aceh ini akan memberikan informasi yang cukup memadai tentang seruan perang fi sabilillah yang dikobarkan oleh Tuanku Hasyim Bangta Muda dan Teungku Chik Di Tiro ataupun pembelotan Teuku Umar kepada pihak Belanda pada paruh awal perang Belanda di Aceh


Dalam edisi ini juga terdapat Surat Keputusan Pejabat Gubernur Aceh tentang Pemberhentian Teuku Umar Selaku Panglima Perang Besar Gubernemen dengan cuplikan isi sebagai berikut yang Memutuskan: Memberhentikan dari jabatannya selaku Panglima Perang Besar Pemerintah dan uleebalang kenegerian Leupueng: TEUKU JOHAN PAHLAWAN dengan ketentuan, bahwa di dalam surat-surat resmi selanjutnya ia kembali dinyatakan dengan nama Teuku Umar saja.

Daftar Isi & Kandungan

Seri Informasi Aceh ini merupakan penerbitan ulang Seri Informasi Aceh tahun tahun II Nomor 2 yang pertama kali diterbitkan oleh Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh pada tahun 1978 dengan judul yang sama.

SURAT TUANKU HASYIM BANGTA MUDA

Kami takrifkan kepada wajah saudara kami maka adalah peperangan dalam Aceh mula-mula diperang kepada lapan belas hari bulan Syawal kepada hari Selasa di Pasir Lamnga hingga sampai Kuala Aceh dapatnya. Maka di dalam itu kami bertahan pada titi Arsan, kira-kira ada delapan hari dilanggar pula dapatnya, kami undur di situ, kami tahan di kampung Lam Pulo dengan kampung Jawa, dilanggar juga, kami undur di situ, kami tahan di dalam mesjid raya dan kampung Lam Bhuk dan Lueng Bata kami tahan dengan sekuat-kuat tahan. Maka di dalam itu dengan takdir Allah Taala datang bala yang amat sangat, penyakit tahun [sic, ta’un] tiadalah boleh hisab orang mati, maka Kuta Dalam pun tinggal sebab melarikan penyakit, maka di dalam itu Sultan Mahsudsyah pun mangkat kepada sembilan hari bulan Zulhijjah kepada hari kamis [29 Januari 1874].

SURAT TEUNGKU SYEKH SAMAN DI TIRO

Sekiranya dikehendaki Allah swt. dan dengan iradat dan kudrat-Nya, maka orang-orang kafir serta lain-lainnya itu dapat dikalahkan dan dibantunya orang-orang muslimin seperti yang telah dijanjikan oleh Allah swt. Telah diwahyukan tanda-tanda kemenangan dengan mundurnya orang-orang kafir. Berapa banyak kubu-kubu pertahanan yang kuat-kuat telah dimenangkan oleh kaum muslimin dan berapa banyak senjata-senjata berat yang telah mereka rebut! Oleh sebab itulah ketahanan mereka menjadi bertambah-tambah..

SURAT TEUKU UMAR KEPADA PEMERINTAH BELANDA DI ACEH

Bersama ini saya permaklumkan kepada Paduka Tuan, bahwa perintah yang disampaikan kepada saya untuk memerangi kenegerian Lam Krak sampai ke Luthu dan Reuleueng serta janji saya untuk berangkat ke tempat-tempat itu tidak dapat saya penuhi disebabkan saya telah diberi malu oleh Controleur Ulee Lheue dan Jaksa Kepala Muhammad Arif seperti akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

SURAT KEPUTUSAN PEJABAT GUBERNUR ACEH TENTANG PEMBERHENTIAN TEUKU UMAR SELAKU PANGLIMA PERANG BESAR GUBERNEMEN

Memberhentikan dari jabatannya selaku Panglima Perang Besar Pemerintah dan uleebalang kenegerian Leupueng: TEUKU JOHAN PAHLAWAN dengan ketentuan, bahwa di dalam surat-surat resmi selanjutnya ia kembali dinyatakan dengan nama Teuku Umar saja.

Laporkan & Beri saran

Anda juga dapat melaporkan atau memberi saran tentang konten ini melalui fitur yang kami sediakan berikut. Masukan atau respon dari anda sangat dibutuhkan guna meningkatkan layanan prima kami. Terima Kasih

Hak dan Undang-undang:

Konten kreatif ini milik Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh dengan judul “Surat - Surat Penting Tuanku Hasyim Bangta Muda Teungku Chik Di Tiro dan Teuku Umar Pada Masa Perang Kolonial Belanda Di Aceh”, kecuali sebagian atau seluruh isi yang disebutkan di dalam referensi merupakan milik “ ” atau pemiliknya yang terhormat. Dilicensekan di bawah Creative Commons CC BY-SA 4.0
Breaking News