LAPORAN POLITIK POLISIONIL MENGENAI DAERAH ACEH DAN DAERAH TAKLUKNYA SELAMA SEMESTER PERTAMA TAHUN 1933

LAPORAN POLITIK POLISIONIL MENGENAI DAERAH ACEH DAN DAERAH TAKLUKNYA SELAMA SEMESTER PERTAMA TAHUN 1933

Kapal uap Belanda di pelabuhan Sabang, Pulau Weh, 1905.
Foto: Charles J. Kleingrothe, KITLV
Laporan Politik di Aceh pada 1933 oleh Gubernur Aceh dan daerah takluknya A. Ph. van Aken
Gerakan Komunis di daerah Kebupatian Aceh Timur; Mohd. Yunus gelar Bagindo, berasal dari Sumatera Barat, telah dicabut hukumannya pada tanggal 14 April 1933.

Gerakan Nasional di daerah Kebupatian Aceh Besar; Pada tanggal 22 Januari tiba di Kutaraja 2 orang anggota PI (Partai Indonesia) Cabang Pangkalan Brandan yang bernama Amat dan Said Umar. Pada mereka dilakukan pengawasan

Seri Informasi Aceh XXXXll Nomor 3, 2019.

Seri Informasi Aceh edisi ini secara khusus menguraikan tentang perkembangan gerakan komunis, gerakan nasionalis, gerakan keagamaan, gerakan bumiputera, gerakan etnis Cina, gerakan pemberontakan, dan hal-hal lain yang berkait dengan situasi politik di Aceh pada semester pertama tahun 1933. Penerbitan seri informasi ini menjai penting karena dapat melengkapi informasi tentang perkembangan masyarakat dan berbagai pergerakan di Aceh pada masa penjajahan Belanda. 

Dalam Laporan Politik Gerakan Keagamaan Daerah Kebupatian Aceh Timur menjelaskan bahwa "Malam 12/13 Februari di mesjid raya Langsa telah diadakan pertemuan Muhammadiyah. Diperoleh berita bahwa pertemuan pada tanggal 12 Februari itu berjalan baik, berkat tindakan pejabat ulèebalang cut Langsa yang diambil tepat pada waktunya untuk menyuruh bubar para hadirin. Pengurus Muhammadiyah yang memperlihatkan sikapnya yang sombong itu telah menimbulkan ketidaksenangan pada sebagian besar para hadirin seperti terdengar dari teriakan-teriakan mereka ketika mereka itu meninggalkan ruangan. Sikap-sikap anggota pengurus Muhammadiyah cabang Langsa dianggap tidak layak"




Dalam edisi ini Gubernur Sipil Belanda di Aceh A. Ph. van Aken saat itu memaparkan beberapa hal dalam Laporan Politik Polisionil tahun 1933 yaitu tentang

  • Gerakan Kebumiputeraan
  • Gerakan Cina
  • Gerakan Pemberontakan dan Politik UleeBalang
  • Berita-berita lainnya
  • Perkebunan Budidaya

Daftar Isi & Kandungan

Seri Informasi Aceh ini merupakan penerbitan ulang Seri Informasi Aceh tahun V Nomor 4 yang pertama kali diterbitkan oleh Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh pada tahun 1981 dengan judul yang sama.

GERAKAN KEBUMIPUTERA

Mohd. Yunus gelar Bagindo, berasal dari Sumatera Barat, yang dengan surat keputusan Pemerintah Pusat tanggal 8 Januari 1929 nomor 3 dibuang ke Digul-Atas, tetapi dengan surat keputusan Pemerintah Pusat tanggal 14 April 1933 Nomor 2 telah dicabut hukumannya itu. Sejak permulaan bulan Juni 1933 ia tinggal di rumah mertuanya, Bagindo Enteng, di Kuala Simpang. Tanggal 3 Juni ia berangkat untuk beberapa waktu lamanya ke Langsa; di sana ia menginap pada seorang bernama Mohamad Husin, anggota pengurus perkumpulan Muhammadiyah. Ia juga telah mengunjungi makciknya yang bernama Sai, seorang penjahit di Langsa...

GERAKAN CINA

  1. Daerah Kebupatian Aceh Barat

Tanggal 25 Mei 1933 di Meulaboh telah di buka sekolah Cina “Pu Cheng”. Sekolah itu hanya mempunyai seorang tenaga pengajarnya bernama Tan Cin Liam.

  1. Daerah Kebupatian Aceh Timur

Pengurus perkumpulan “Chung Hwa” di Idi dalam bulan Juni terdiri dari :

Ketua : Lie Sie Fuk.

Sekretaris : Lay Nyuk Siang (sekretaris yang lalu, Sie Cuk Sam, telah berangkat ke Cina). Sekretaris sekolah rendah Tiong Hwa di Idi bernama Yeng Sen telah diberhentikan atas permintaannya sendiri dan diganti oleh Cang Kwie On, kerani toko “Fah Sin” di Idi.

GERAKAN-GERAKAN PEMBERONTAKAN, POLITIK PARA ULÈEBALANG, DAN KEGIATAN-KEGIATAN MILITER

Tanggal 30 Maret jam 7 pagi, seorang Aceh yang bersenjatakan parang telah menyerang brigade yang melindungi transpor gajah dekat kilometer 17 antara Tangse dan Lam Meulo. Penyerangnya ditembak mati. Sersan Eropah Vogelzan menderita luka-luka ringan. Dari penyelidikan ternyata bahwa serangan itu tidak berlatar belakang politik, akan tetapi merupakan sebagai apa yang disebut “pembunuhan-pembunuhan Aceh”.

PERKEBUNAN BUDIDAYA

Kuli kontrak di perkebunan Lhoksukon, Saimin, pada tanggal 6 Februari yang lalu telah mengancam mandornya dengan parang pada saat mandornya itu menegurnya tentang pekerjaannya. Untuk itu Saimin telah dihukum 7 hari kurungan oleh Pengadilan Magistrat.

Laporkan & Beri saran

Anda juga dapat melaporkan atau memberi saran tentang konten ini melalui fitur yang kami sediakan berikut. Masukan atau respon dari anda sangat dibutuhkan guna meningkatkan layanan prima kami. Terima Kasih

Hak dan Undang-undang:

Konten kreatif ini milik Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh dengan judul “LAPORAN POLITIK POLISIONIL MENGENAI DAERAH ACEH DAN DAERAH TAKLUKNYA SELAMA SEMESTER PERTAMA TAHUN 1933”, kecuali sebagian atau seluruh isi yang disebutkan di dalam referensi merupakan milik “ ” atau pemiliknya yang terhormat. Dilicensekan di bawah Creative Commons CC BY-SA 4.0
Breaking News