• +62 813 6065 3135
  • Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

KEKAYAAN ACEH (DE RIJKDOM VAN ATJEH)

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
Konsep Kekayaan Dalam Masyarakat Aceh
Meugo, pangulee hareukat, kaya meuih hana meusampe, kaya pade meusampureuna

Seri Informasi Aceh XXXXl Nomor 2, 2018.

Ketika tahun 1595, Kompeni Hindia Timur berkenalan dengan raja dagang Aceh ('ala ad-din Riayat Syah). Kekayaan Aceh tampaknya sangat menonjol. Tahun 1639, Crook, Komisaris Kompeni di Aceh menerangkan bahwa ia terpesona melihat kehebatan istana Sultan. Nilai singgasana Sultan ditaksik kira-kira seberat 40 bhara mas murni.

Kekayaan itu bersumber terutama sekali dari hasil tanaman lada yang dimonopoli oleh Sultan dan merupakan alat tukar terpenting untuk memperoleh mata barang perdagangan beharga lainnya.

Inilah yang menyebabkan Aceh menjadi posisi yang strategis, Berkat ramainya perdagangan terutama lada membawa kemakmuran bagi rakyat, sehingga menimbulkan keinginan pada bangsa lain untuk melakukan petualangan.

Singkat cerita, Kejayaan ini pun berangsur-angsur mundur akibat para Ulee balang yang memperebut kekuasaan. Hingga tiba pecahnya perang dengan Belanda tahun 1873.


Setelah peperangan Belanda di Aceh berakhir. Masa depan baru terbuka bagi bangsa Aceh yang rajin itu untuk memulai kembali sektor pertanian. 

Aboe Bakar sangat meyakini bahwa sektor pertanian memainkan peranan yang sangat penting dalam meningkatkan penghasilan dan kekayaan masyarakat Aceh di masa lalu, sehingga ia mengumpulkan banyak literatur-literatur untuk mempertajam seri ini.

Daftar Isi & Kandungan

Buku dengan judul De Rijkdom van Atjeh(=Kekayaan Aceh), diterbitkan oleh Institut Aceh di Amsterdam tahun 1923 dengan penulis yang tidak mau disebutkan namanya, mencoba membuktikan sejauh mana arti pribahasa Aceh "meugoe, pangulee hareukat, kaya meuih h'ana meusampe kaya pade meusampureuna.

Kekayaan Aceh

Nama Aceh berarti suatu keanehan bagi orang-orang di Negeri Belanda. Mendengarnya saja sudah mengingatkan setiap orang akan tahun-tahunn peperangan panjangyang menakutkan ditambah pula dengan sikap politik pemerintah Belanda terhadap daerah dan rakyat Aceh selama itu. Dari seberang sana terdapat ...

Beras Sebagai Komoditas Utama

Sudah beberapa kali masalah itu menjadi perhatian Daerah perkebunan Sumatera Timur yang berbatas dengan Aceh dan setiap tahun memerlukan 140 sampai 150.000 ton beras untuk keperluan pekerbunan dan perlu memasukkannya dari luar . Lagi-lagi sdah menyampaikan pertanyaan ...

Cuplikan Teks Hikayat Pocut Muhammad Yang Memuji Para Petani

"Neubungka" hinan u Kuala Batee, neupeuteuntee peuget banda.

Yohnyan neumarit Pocut Muhamad, jileungo samat rakyat dum na:

"Pakon tuan h'an tatem meugoe, taboih asoe blang kuala

Blang takeubah dumhabehroh, gata Leupaih Meudiwana

© 1977 - 2019 Pusat Dokumentasi & Informasi Aceh.