Antara Aceh dan Deli

Antara Aceh dan DeliA. Kruisheer

Cover Seri Informasi Aceh XXXXIII Nomor 2, 2020 "Antara Aceh dan Deli" yang diterbitkan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh
Cover Seri Informasi Aceh XXXXIII Nomor 2, 2020 "Antara Aceh dan Deli" yang diterbitkan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh
Cover Seri Informasi Aceh XXXXIII Nomor 2, 2020 "Antara Aceh dan Deli" yang diterbitkan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh
Tusschen Atjeh en Deli
Tanggal 28 Agustus 1905 dikeluarkanlah Ketetapan Kepala Persenjataan Infanteri tentang penunjukan penulis sebagai Komandan Militer setempat di Kuala Simpang dalam wilayah Tamiang seperti dinamakan pada waktu itu. Jadi penempatan itu tidak sepenuhnya di Aceh karena sejak bertahun-tahun yang lalu telah terjadi suatu kerja sama antara garnisun di Tamiang dengan pasukan-pasukan di Aceh Timur. Bahkan sejak lama telah dikandung maksud untuk menggabungkan wilayah itu dengan Gubernemen Aceh dan Daerah Takluknya.

Seri Informasi Aceh XXXXIII Nomor 2, 2020.

Sejak pertama kali diadakan kontrolir wilayah ini pada bulan Januari 1878 sudah diadakan aksi-aksi militer, tetapi pihak Belanda tidak pernah terpikir untuk menggabungkan wilayah itu dengan daerah Aceh atau untuk menyatukan kekuasaan sipil dan militer dalam satu tangan. Secara ekonomis Tamiang sangat erat hubungannya dengan Deli, baik dahulu maupun sekarang. Akan tetapi, hari-hari itu telah bertiup angin segar dalam urusan-urusan pemerintahan di tanah seberang. Gubernur Jenderal van Heutsz mengikuti jejak pendahulunya Jhr. C.H.A. van der Wijck yang lebih menitikberatkan kepentingan militer daripada politik.[A. Kruisheer. 2020. ]1

 



Lihat Seri Informasi Aceh lainnya:

Seri Informasi Aceh XXXXl Nomor 3, 2018. GoedHart seorang Belanda yang menjabat sebagai Gubernur Aceh dan daerah takluknya (1926-1927). Pada tahun-tahun...
Seri Informasi Aceh XXXXlII Nomor 1, 2020 Kemasyurannya Abdurrauf telah menyebabkan sarjana-sarjana bukan islam pun menaruh perhatian terhadapnya. Seorang pegawai pemerintah...
Seri Informasi Aceh XXXXlII Nomor 2, 2020 Tanggal 28 Agustus 1905 dikeluarkanlah Ketetapan Kepala Persenjataan Infanteri tentang penunjukan penulis sebagai Komandan...

Bukankah dengan Surat Keputusan pemerintah kolonial bertanggal 10 Maret 1905 telah ditetapkan, seperti yang biasa diberlakukan di Aceh, bahwa Komandan Militer setempat di Kuala Simpang merangkap juga sebagai Penguasa Sipil Wilayah Tamiang? Alasan-alasan apakah yang telah digunakan untuk melakukan perubahan yang mendesak itu? Secara resmi dikatakan bahwa dilakukannya aksi militer yang terus-menerus dalam daerah itu disebabkan tindakan pejuang-pejuang Aceh yang menyusup ke beberapa kenegerian di Tamiang yang kebanyakannya terdiri atas hutan belantara sehingga diperlukan suatu kesatuan pimpinan dan pengabungannya dengan Gubernemen Aceh dan Daerah Takluknya[A. Kruisheer. 2020. ]1

Daftar Isi & Kandungan

Seri Informasi Aceh ini merupakan penerbitan ulang Seri Informasi Aceh Tahun XI Nomor 2 Tahun 1988 dengan judul yang sama. Tulisan ini merupakan terjemahan cuplikan tulisan Kapten Infanteri A. Kruisheer, bekas Penguasa Sipil Wilayah Tamiang, mengenai sejarah kenegerian dalam wilayah tersebut yang aslinya diberi judul Tusschen Atjeh en Deli atau “Antara Aceh dan Deli”.

Pendahuluan

Beberapa bulan setelah bercuti ke Eropa, pada pertengahan kedua bulan Agustus 1905 disampaikan berita kepada penulis yang ketika itu berada di Surabaya tentang kemungkinan penempatannya di Aceh. Sebelum berangkat ke Eropa penulis pernah bertugas selama enam tahun di daerah Aceh. Karenanya berita tersebut tidak menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan bagi penulis. [A. Kruisheer. 2020. ]1



Wilayah Tamiang

Wilayah Tamiang terletak di Pantai Timur pulau Sumatera, antara 98ᵒ dan 98ᵒ 17’ bujur timur dan 4ᵒ 25’ lintang utara. Wilayah ini termasuk dalam daerah kebupatian Aceh Timur dan juga sebagian dari daerah Gubernemen Aceh dan Daerah Takluknya. Penggabungannya ditetapkan dengan Staatsblad (Lembaran Negara) Tahun 1908 Nomor 112.[A. Kruisheer. 2020. ]4

 

Sejarah Kenegerian dalam Wilayah Tamiang

Sejarah Tamiang tidak dijumpai dalam kronika-kronika bumiputra. Yang diketahui hanyalah yang diriwayatkan oleh penduduk sehingga berita-berita yang diperoleh itu bervariasi menurut tempatnya. Namun, riwayat-riwayat itu dapat dibedakan dalam dua masa, yaitu sebelum dan sesudah kedatangan orang-orang Jawa. Dalam riwayat, kekuatan gaib memainkan peranan paling besar karena sesuatu yang tidak dapat dipahami secara akal biasanya lebih lama hidupnya di dalam ingatan seseorang.[A. Kruisheer. 2020. ]5

 

Penutup

Jika dengan Lembaran Negara Hindia Belanda Tahun 1899 Nomor 97 ditetapkan bahwa Tamiang dimasukkan ke dalam wilayah pajak dan ganti rugi untuk pengambilalihan cukai-cukai candu, minuman keras, judi, rumah gadai dan penyembelihan babi, maka dengan Surat Keputusan Pemerintah tanggal 10 Mei 1907 Nomor 11 untuk Kenegerian Karang telah dinaikkan bantuan itu menjadi f 120,00 setahun dan dibayarkan kepada Datuk Laksamana yang secara sukarela kembali dari pembuangannya.[A. Kruisheer. 2020. ]6

 

Referensi & Catatan

  1. ^ A. Kruisheer. 2020. "Antara Aceh dan Deli (Hlm. 1)", Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh
  2. ^ A. Kruisheer. 2020. "Antara Aceh dan Deli (Hlm. 1)", Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh
  3. ^ A. Kruisheer. 2020. "Antara Aceh dan Deli (Hlm. 1)", Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh
  4. ^ A. Kruisheer. 2020. "Antara Aceh dan Deli (Hlm. 8)", Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh
  5. ^ A. Kruisheer. 2020. "Antara Aceh dan Deli (Hlm. 14)", Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh
  6. ^ A. Kruisheer. 2020. "Antara Aceh dan Deli (Hlm. 58)", Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh

Laporkan & Beri saran

Anda juga dapat melaporkan atau memberi saran tentang konten ini melalui fitur yang kami sediakan berikut. Masukan atau respon dari anda sangat dibutuhkan guna meningkatkan layanan prima kami. Terima Kasih

Hak dan Undang-undang:

Konten kreatif ini milik Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh dengan judul “Antara Aceh dan Deli”, kecuali sebagian atau seluruh isi yang disebutkan di dalam referensi merupakan milik “A. Kruisheer” atau pemiliknya yang terhormat. Dilicensekan di bawah Creative Commons CC BY-SA 4.0
Breaking News