• +62 813 6065 3135
  • Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Mawardi Ditunjuk Sebagai Direktur PDIA

Mawardi Ditunjuk Sebagai Direktur PDIA

Kapal uap Belanda di pelabuhan Sabang, Pulau Weh, 1905.
Foto: Charles J. Kleingrothe, KITLV

SURAT KEPUTUSAN
Gubernur Aceh  nomor 821.2/714/2016
Rektor Unsyiah dengan nomor 1837 tahun 2016
tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Direktur PDIA

Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (FKIP-Unsyiah), Drs. Mawardi, M.Hum ditunjuk sebagai direktur baru Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh (PDIA) menggantikan pejabat lama, Dra. Zunaimar. Penunjukan tersebut berdasarkan surat keputusan Gubernur Aceh dengan nomor 821.2/714/2016 bersama Rektor Unsyiah dengan nomor 1837 tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Direktur PDIA. Serah terima jabatan tersebut berlangsung di kantor PDIA pada Kamis, 15 September 2016.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Unsyiah, Prof. Dr. Husni, S.H., M.Hum dalam sambutannya menyampaikan, PDIA adalah salah satu lembaga yang unik, karena dinaungi oleh dua institusi besar yaitu Pemerintah Aceh dan Unsyiah. Mengenai kelembagaan, manajemen PDIA berada di bawah Unsyiah. Sedangkan keuangannya berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Aceh.

Di samping itu, Direktur PDIA yang baru harus mampu membawa lembaganya menjadi lebih maju dan berkembang pesat. Pemimpin lama telah berhasil memajukan PDIA. Jadi, kemajuan tersebut harus diteruskan oleh kepemimpinan yang baru,” ujar Guru Besar Fakultas Hukum Unsyiah tersebut.

Menurutnya, dunia sejarah sangat disukai oleh para peneliti dan wisatawan lokal maupun internasional. Mereka ingin melihat Aceh dari dekat. Salah satunya dengan berkunjung ke PDIA. Maka PDIA harus mampu mengakomodir kebutuhan para pengunjung atau wisatawan tersebut untuk menunjukkan profesionalitas lembaga.

“Mengenai pergantian pimpinan, hal itu sangat lumrah terjadi dalam sebuah lembaga dan merupakan sebuah keharusan. Apalagi Direktur PDIA yang lama sudah memasuki masa pensiun. Jadi, pergantian ini sangat wajar. Kita berharap semoga PDIA bisa lebih maju dan mampu menyajikan seluruh informasi dan dokumentasi, khususnya mengenai sejarah Aceh,” pungkasnya.

Serah terima jabatan tersebut disaksikan oleh Dekan dan Wakil Dekan II FKIP, Kabag Kepegawaian, Kabag Tata Usaha, Kasubbag Tata Usaha, Kasubbag HTL, Kasubbag Rumah Tangga, Kasubbag Tenaga Pendidikan, dan para staf Unsyiah bersama para pengurus dan staf PDIA

Direktur PDIA, Drs Mawardi, M.Hum M.A. kepada Serambi, Jumat (16/9) mengatakan, dirinya berupaya menjadikan PDIA sebagai lembaga penting dalam menjaga warisan budaya Aceh. Menurutnya, warisan budaya itu tidak akan berguna jika tidak terdokumentasi dengan baik. “Warisan budaya itu tidak untuk disimpan saja, tapi dipelajari dan dikenang oleh masyarakat,” katanya.

Untuk jangka panjang, Mawardi bercita-cita untuk mendirikan ruang ‘rio-drama’ MoU Helsinki. Dalam ruang itu katanya, publik dapat mengenang proses perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Republik Indonesia, 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia. “Ruang itu memuat foto, arsip, serta rekaman proses nota kesepahaman itu. Seolah-olah pengunjung hadir di sana saat itu,” jelas dia.

Hak dan Rujukan

Hak & Undang-undang

Konten ini milik Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh dengan judul  Drs. Mawardi, M. Hum, M A. Ditunjuk sebagai Direktur Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh, kecuali sebagian isi yang disebutkan di dalam referensi merupakan milik pemiliknya yang terhormat. Dilicensekan di bawah Creative Commons CC BY-SA 4.0

Ketersediaan Bahasa

This content is also available in the English version Mawardi Appointed as Director of PDIA 
Head of the History Education Study Program (Kaprodi) of the Teaching and Education Faculty of Syiah Kuala University (FKIP-Unsyiah), Drs. Mawardi, M.Hum was appointed as the new director of the Aceh Documentation and Information Center (PDIA) replacing the old official, Dra. Zunaimar. The appointment was based on the Aceh Governor's decree number 821.2 / 714/2016 with the Chancellor Unsyiah number 1837 of 2016 concerning the Appointment and Dismissal of the Director of PDIA. The position handover took place at the PDIA office on Thursday, 15 September 2016.

Deze inhoud is ook beschikbaar in het Nederlands Mawardi Benoemd als directeur van PDIA
Hoofd van het History Education Study Program (Kaprodi) van de faculteit Onderwijs en Onderwijs van Syiah Kuala University (FKIP-Unsyiah), Drs. Mawardi, M.Hum werd aangesteld als de nieuwe directeur van het Aceh Documentation and Information Centre (PDIA) ter vervanging van de oude ambtenaar, Dra. Zunaimar. De benoeming was gebaseerd op het decreet van Atjeh Governor nummer 821.2 / 714/2016 met de kanselier Unsyiah nummer 1837 van 2016 betreffende de benoeming en het ontslag van de directeur van PDIA. De positie-overdracht vond plaats op donderdag 15 september 2016 op het PDIA-kantoor.

Referensi

Laporkan & Beri saran

Anda juga dapat melaporkan atau memberi saran tentang konten ini melalui fitur yang kami sediakan berikut. Masukan atau respon dari anda sangat dibutuhkan guna meningkatkan layanan prima kami. Terima Kasih

Hak dan Undang-undang:

Konten kreatif ini milik Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh dengan judul “Mawardi Ditunjuk Sebagai Direktur PDIA”, kecuali sebagian atau seluruh isi yang disebutkan di dalam referensi merupakan milik “ ” atau pemiliknya yang terhormat. Dilicensekan di bawah Creative Commons CC BY-SA 4.0
Breaking News