Notice: Undefined variable: preloads in /home/niagapdia/public_html/site/plugins/system/http2push/http2push.php on line 228
Aboe Bakar - Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh
  • +62 813 6065 3135
  • Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Aboe Bakar

Aboe Bakar adalah penerjemah bahasa Belanda, Inggris, Jerman, Jepang dan Spanyol

Biografi Aboe Bakar

Aboe Bakar lahir pada tahun 1917 dan berpulang ke rahmatullah pada tanggal 1 Juli 1986, meninggalkan tugas baktinya yang sukar dilupakan dan sebagai tenaga yang sangat ahli di bidangnya tetap dikenang. Almarhum dikenal sebagai penerjemah yang piawai dan aktif menyusun berbagai bahan sejarah, khususnya tentang Aceh dan yang sehubungan dengannya.

Aboe Bakar anak dari Muhammad Husein, salah seorang penulis sejarah Aceh dan memiliki anak Ridwan Adwaz yang juga merupakan Direktur Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh serta juga merekrut cucunya Maysitah Fidelia (yang lebih akrab disapa Iit) ke dalam staf PDIA.

Aboe Bakar pernah bertugas mengahadiri upacara pemugaran pusara Duta besar Kerajaan Aceh Darussalam, Pangeran Abdul Hamid di Negeri Belanda yang diresmikan oleh Pangeran Bernhard (suami Sri Baginda Ratu Belanda). Pemugaran itu dilakukan setelah Pemda Daerah Istimewa Aceh bersama Kodan I/Iskandar Muda memakamkan kembalai belulang Jendral Kohler dari Jakarta ke Kerhof "Peucut" di Banda Aceh, tempat sang Jendral tewas ketika memimpin perang melawan Kerajaan Aceh (1873).

Setamat HIS (Hollandsch-Inlandsche School; sekolah Belanda untuk bumiputera) Aboe Bakar bekerja pada kantor Pemerintah Belanda di Meulaboh, kemudian dipindahkan ke Kuala Simpang. Pada waktu itulah Aboe Bakar banyak mempelajari dokumen-dokumen Belanda, termasuk dokumen rahasia berikut latar belakang dan permasalahannya yang berkaitan dengan masalah politik, sosial, ekonomi, pemerintahan dan sejarah umumnya.

Ketika kemerdekaan Aboe Bakar aktif di BPI (Barisan Pemuda Indonesia), PRI (Pemuda Republik Indonesia) kemudian ke Pesindo Aceh dan menjadi penyiar RRI Aceh. Dalam masa itu sejak zaman Jepang bekerja pada kantor Urusan Pertanian sampai masa kemerdekaan tetap pada kantor yang sama semuanya di Kutaradja. Pada tahun 1953 dipindahkan ke Medan pada Jawatan Pertanian Rakyat Propinsi Sumatera Utara dan pada tahun 1957 dipindahkan kembali ke Kantor Dinas Pertanian Rakyat Propinsi Aceh di Kutaradja begitu Provinsi Aceh dibentuk, seterusnya sampai pensiun sebagai Pegawai Negeri Sipin pada tahun 1973.

Dengan banyak orang-orang Belanda "tempo doeloe" yang tinggal di Nederland, seperti Kolonel Bredgen dan Dr. A. J Piekaar Aboe Bakar bersahabat akrab.

Pada tahun 1976 Aboe Bakar menerima anugerah Satyalencana Karya satya Kelas III dari Pemerintah Republik Indonesia

Menurut PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 1959 TENTANG TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PASAL 4 AYAT 3 yang Diketahui: Menteri Kehakiman, G. A. MAENGKOM saat itu

Karya Satya kelas tiga dapat diberikan kepada pegawai Negeri sipil yang digaji menurut "P.G.P.N. 1955" golongan F/IV, F /1I1, F /1I, E/1I1 dan E/II

Publikasi Aboe Bakar
  • Penulis "Lembaga-lembaga tradisional di Aceh" diterbitkan oleh Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh tahun 2003
  • Penulis "Terms of reference penelitian dan pengembangan agama proyek penelitian keagamaan, Departemen Agama tahun 1982/1983
    diterbitkan  oleh Departemen Agama RI, Badan Penelitian dan Pengembangan Agama 1982
  • Penulis "Kamus bahasa Aceh-Indonesia" diterbitkan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985
  • Penulis "Aksi poh kaphe di Aceh Atjeh moorden kumpulan karangan mengenai laporan kasus, hasil penelitian tentang latar belakang dan sebeb musabab pembunuhan Aceh tempo doeloe" diterbitkan oleh Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh tahun 2002
  • Penulis "Poentja noon peuroende beuet bidjeh I ngon II"  terbitan  Batavia : Goebereuneumen tahun 1928.
  • Penulis "Surat-surat lepas yang berhubungan dengan politik luar negeri kerajaan Aceh menjelang perang Belanda di aceh terbitan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh, 1982
  • Penulis "Bidjeh" terbitan Batavia-C. : Balai Poestaka , 1941
  • Penulis "Kumpulan Seri Informasi Aceh" diterbitkan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh, 1978
  • Penulis "Mailr. no. 885x/28 Geheim: Laporan Politik Gubernemen Aceh dan Daerah Takluknya Selama Pertengahan Pertama Tahun 1928terbitan dusat Dokumentasi dan Informasi Aceh 2018
  • Penulis "Kekayaan Aceh (De Rijkdom Van Atjeh)diterbitkan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh, 2018
  • Penulis "Kerajaan Aceh dalam Dokumen Spanyolditerbitkan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh
  • Penulis "Laporan Politik Gubernamen Aceh dan Daerah Takluknya Selama tahun 1939" diterbitkan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh
  • Penulis "Ringkasan Sejarah Hidup Habib Abdurrahman Al Zahir"  diterbitkan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh tahun 2015
  • Penulis "Perebutan Kubu Pertahanan Batee Iliekterbitan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh tahun 1979
  • Penulis "Nafsu Seorang Penulis Sejarah Sejati" terbitan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh 1981
    Penulis "Aceh dan Peperangan dengan Jepangterbitan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh 1977
  • Penulis "Kitab beuet keu aneu' miet njang ban djeuet beuet harahterbitan Batavia : Goebeureuneumen, 1929.
  • Penulis "Sejarah Hidup Teungku Panglima Maharaja Tibang Muhammad" terbitan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh tahun 2015
  • Penulis "Uraian mengenai Daerah Swapraja Peureulak (1750-1935)"
    terbitan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh, 1978
  • Penulis "Surat Multatuli kepada raja tentang pidato pembukaan kenegaraan
    terbitan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh, 1979
  • Penulis "Ancaman pembunuhan terhadap Belanda (kasus Si Syam dan Si Gam IDI)"  terbitan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh, 1979
  • Alih Bahasa "Sebuah sarakata kerajaan Aceh = (een Atjehsche Sarakata)
    terbitan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh, 1978
  • Penulis "Surat menyurat tentang permohonan rakyat Aceh agar dipulihkan kembali kesultanan Aceh terbitan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh, 1978
  • Penulis "Masalah rodi, penghasilan kepala-kepala daerah kenegerian dan hukum tanah di Aceh" terbitan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh, 1978
  • Penulis "Surat-surat penting tuanku Hasyim Bangta Muda, Teungku Chik di Tiro dan Teuku Umar pada masa perang kolonial Belanda di Aceh terbitan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh, 1978
  • Penulis "Hasil penyelidikan tentang sebab musabab terjadinya "pembunuhan Aceh" terbitan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh, 1979
  • Penulis "Perebutan kubu pertahanan Batee Ilie = (De expeditie naar Samalanga)" terbitan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh , 1979
  • Penulis "Terbunuhnya kapten marsose E.Ch. Schmid dan masalah latar belakang terjadinya pembunuhan Acehterbitan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh tahun 1978
  • Penulis "Masalah pengadaan pejabat pemerintahan kenegerian Truseb"  terbitan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh 1978
  • Penulis "Watak berperang bangsa Indonesia berbagai-bagai daerah (suatu perbandingan)terbitan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh 1978
  • Alih Bahasa "Kedudukan "tuha peuet" dalam susunan pemerintahan negeri di Aceh" terbitan  Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh 1978
  • Alih Bahasa "Pengaruh pertanian terhadap adat istiadat, bahasa dan kesusasteraan rakyat Aceh" Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh 1979
  • Penulis "Bayan Tajalli (bahan-bahan untuk mengadakan penyelidikan lebih mendalam tentang Abdurra-uf Singkel)" terbitan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh tahun 1980
  • Penulis "Memori umum daerah Aceh oleh Gubernur H.N.A. Swart dan memori serah terima jabatan Gubernur A.H. Philips" terbitan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh tahun 1979
  • Alih Bahasa "Ikhtisar sejarah pendudukan Belanda di Tapak Tuan dan daerah-daerah kenegerian di bahagian Selatan daerah Aceh" terbitan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh, 1980
  • Alih Bahasa "Upacara pula Batee pada makam Sultan Iskandar II (1636 - 1641)terbitan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh, 1980
  • Alih Bahasa "Aceh dan peperangan dengan Jepang" terbitan Pusat Informasi dan Dokumentasi Aceh tahun 1989

Penghargaan dan Rujukan

Aboe Bakar merupakan aset terbesar milik Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh. Karya-karyanya tidak akan pernah padam di masa-masa mendatang

Tim Redaksi

Hak & Undang-undang

Konten ini milik Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh dengan judul Biografi Aboe Bakar. Dilicensekan di bawah CC BY-SA 4.0

Versi

Konten ini juga tersedia versi inggris Biography Aboe Bakar
Aboe Bakar was born in 1917 and died on July 1, 1986, The deceased was known as a skilled translator and was active in compiling various historical material, especially about Aceh and its relation.

Konten ini juga tersedia versi belanda Biografie Aboe Bakar
Aboe Bakar werd geboren in 1917 en uitgegeven op 1 juli 1986. De overledene stond bekend als een bekwaam vertaler en was actief in het verzamelen van verschillende historische materialen, vooral over Atjeh en zijn relaties. Documenten samen met hun achtergrond en problemen met betrekking tot politieke, sociale, economische, overheids- en algemene geschiedenis.

Kredit

Indonesia OneSearch 1 - 77 untuk pencarian: 'Aboe Bakar' https://onesearch.id/ diakses 2 Januari 2019

Laporkan & Beri saran

Anda juga dapat melaporkan atau memberi saran tentang konten ini melalui fitur yang kami sediakan berikut. Masukan atau respon dari anda sangat dibutuhkan guna meningkatkan layanan prima kami. Terima Kasih

Hak dan Undang-undang:

Konten kreatif ini milik Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh dengan judul “Aboe Bakar”, kecuali sebagian atau seluruh isi yang disebutkan di dalam referensi merupakan milik “The importance of outbound links The SEO analysis of the Yoast SEO plugins checks if you have outbound links in your content. What are outbound links? Why are they important? And how do you improve your score for this check? What is an external link? The world wide web consists of several things, and links between those parts are indispensable. If a piece of content isn’t linked to, how would search engines know how to find it? Let alone visitors, they would never get there. So, links are needed for an interconnected web. Links are either internal or external. An external link is a link between two separate websites. Links within a website are called internal links. Those are very important for site structure and SEO too, but that’s a different check. The outbound links checker assesses links that are external, so between websites. There are two types of external links: Inbound links Also known as backlinks; these are links from other websites to yours. Outbound links These are links from your website to another website. The outbound links check in Yoast SEO focuses on the latter: links from your website to another website. Why do outbound links matter? At Yoast, we feel that every page should include an outbound link. If you don’t add one, you’ll see a red bullet. We feel so strongly about this because our mission is SEO for everyone. We very much believe in creating equal chances for everyone in the connected web. Websites need to connect to each other to be found, by search engines and users. So help each other out a little, and help us connect the dots of the web. It’ll make it easier for search engines to find websites, but also gain insight in how pages relate to each other. We can build a better web, together. This is why the Yoast SEO plugin checks for outbound links: we need your help to structure the web. We want interesting websites to rank in Google. We obviously won’t force you, but we do very much appreciate your help. So outbound links definitely matter for SEO. For SEO in general though, not just your website’s. Learn more about this check in Yoast SEO in our explanation of the outbound links assessment. Improving by adding outbound links If you haven’t scored a green bullet on the outbound links check, that means you haven’t included any outbound links into your content. Fixing this is pretty straightforward: add a link to a different website than your own! Choose relevant links though. Think about other websites or pages that might help your visitor. Credit sources you’ve used yourself, or that have inspired you. Give people the credit they deserve! And if you think your visitors might like to learn more about a subject and you don’t want to offer that specific content yourself, send them over to someone who does. You can go through existing content to see where a link to a different website would be in place while being relevant. Also, while creating new content, keep this check in mind. It might become a whole lot easier to think of relevant outbound links while you’re writing. Also: if you’ve purposely only added nofollow links, your bullet for this check won’t turn green. That’s because nofollow links don’t let search engines follow them through to the other website. That way, they don’t contribute or add value. We’d rather see follow links!” atau pemiliknya yang terhormat. Dilicensekan di bawah Creative Commons CC BY-SA 4.0
Breaking News